HOW DO YOU FEEL? #2 mixtape“This sunday afternoon tells you that tomorrow’s gonna be monday. Everything is over now”download now http://www.mediafire.com/?bq24n9qh2i7ux6eMixtape by Fix Future to end your sunday, or to enjoy the afternoon
01 Ducktails - Apple Walk
02 Happy End - Natsu Nandesu
03 Gang Colours - Fancy Restaurant
04 M83 - We Own The Sky
05 Animal Collective & Vashti Bunyan - It’s You
06 The Aluminum Group - Byzantium
07 Real Estate -  Kinder Blumen
08 Ariel Pink & the Haunted Graffiti - Round and Round
09 Twin Sisters - Daniel (live @WNYU)
10 Durutti Column – Sketch For Summer
11 Van McCoy – Do The Hustle
12 Outputmessage - Metal 
13 Gael Garcia Bernal, Alain Chabat, Auriel Petit, Sacha Bourdo - If You Rescue Me (Chanson des Chats)
14 Don McClean - Castle In The Air
15 April March – Charlatans
16 Camel – Song Within Song
17 Jim Noir – Tower of Love
18 King Krule – The Noose of Jah City
19 Richard Hawley – Just like The Rain
20 Cocteau Twins – Heaven or Las vegas
21 Louis Phillip – Write your letter
22 Swing Out Sister – When The Laughter is Over
23 Yo La Tengo – One PM again

HOW DO YOU FEEL? #2 mixtape
“This sunday afternoon tells you that tomorrow’s gonna be monday. Everything is over now”
download now http://www.mediafire.com/?bq24n9qh2i7ux6e
Mixtape by Fix Future to end your sunday, or to enjoy the afternoon

01 Ducktails - Apple Walk

02 Happy End - Natsu Nandesu

03 Gang Colours - Fancy Restaurant

04 M83 - We Own The Sky

05 Animal Collective & Vashti Bunyan - It’s You

06 The Aluminum Group - Byzantium

07 Real Estate -  Kinder Blumen

08 Ariel Pink & the Haunted Graffiti - Round and Round

09 Twin Sisters - Daniel (live @WNYU)

10 Durutti Column – Sketch For Summer

11 Van McCoy – Do The Hustle

12 Outputmessage - Metal

13 Gael Garcia Bernal, Alain Chabat, Auriel Petit, Sacha Bourdo - If You Rescue Me (Chanson des Chats)

14 Don McClean - Castle In The Air

15 April March – Charlatans

16 Camel – Song Within Song

17 Jim Noir – Tower of Love

18 King Krule – The Noose of Jah City

19 Richard Hawley – Just like The Rain

20 Cocteau Twins – Heaven or Las vegas

21 Louis Phillip – Write your letter

22 Swing Out Sister – When The Laughter is Over

23 Yo La Tengo – One PM again

adalah sebuah representasi citra kesenjangan sosial sisi lunatik pada masa
kanak2 yang kini direbut oleh sebuah pembangunan normalis kaum elitisme, terlalu banyak MSG dan diracun mutlak oleh televisi.

Pemandangan : 
Amenk pada Gitar Akustik/vokal, Maung pada Vokal dan perkusi, Ewing pada Vokal dan perkusi

Produser : Yusuf Ismail
Sutradara : Muhammad Akbar dan Yusuf Ismail
Kameramen : Dani Supriyatna (iPhone 4), Yusuf (iPhone 3Gs dan Canon EOS 550D), Fitrah (iPhone 3) dan Akbar
Penyunting gambar dan visual efek : Yusuf dan Ismail
Disunting menggunakan iMovie dan Adobe Premiere CS5

Dengarkan tembang Pemandangan lainnya di tautan berikut ini :
http://soundcloud.com/pemandangan/bocah-pikun

arirusyadi:

#dokumenterMocca di Majalah HAI (Taken with instagram)

arirusyadi:

#dokumenterMocca di Majalah HAI (Taken with instagram)

Teenage Love: Tough Years, Precious Period
Mocca Rockumentary: Life Keeps on Turning
YXINE FILM FESTIVAL 2011
Not Fade AwayAndry Moch.: The Late Work 11-28 November 2011at Galeri Soemardja. FSRD ITBDikurasi oleh: Aminudin Th. SiregarBuku Diterbitkan oleh: ELSE-PRESS
JADWAL ACARA1. Pembukaan Pameran : 11.11.11Waktu : 19.00 WIB – selesaidibuka oleh: Zakaria Soetedja (Dosen jurusan Seni Rupa UPI)penampilan spesial dari A Stone A,  C.U.T.S, dan Teman SebangkuPeluncuran Website Andry Moch.
2. Screening Video karya Andry Moch. : 25.11.11Waktu : 10.00 WIB – selesai
3. Diskusi & Peluncuran Buku Andrymoch oleh ELSE-PRESS 25.11.11Waktu : 13.00 WIB – 17.00 WIB (2 sesi)Moderator : Bambang Subarnas & Heru Hikayat
Diskusi Sesi 1:Pembicara:Aminudin TH Siregar (kurator Pameran)Rifky Effendy (kurator dan pengamat seni)Agung Hujatnikajennong (Kurator Selasar Sunaryo Artspace)Rudi St. Darma (direktur Rumah Proses)
Diskusi Sesi 2:PembicaraDida Ibrahim (seniman, rekan semasa kuliah)Indra Ameng (Ruang Rupa)Sujud Dartanto (kurator & penulis)Bambang Sapto (Dosen Seni Rupa UPI)Special collab Music Performance : Ucok Homicide & Anto Arief
————————————————————————————————
Deskripsi pameranPada kesempatan ini Galeri Soemardja akan memamerkan karya-karya terpilih dari Andry Moch. (Alm) yang dikurasi oleh Aminudin TH Siregar. Andry dikenal dengan karya-karyanya yang menyajikan citraan antara seni tinggi dan rendah,Kitschy, sering bersinggungan dengan wilayah pop art, karya-karyanya bermain dengan found object, found image, bebunyian, instalasi, video, drawing, cetak grafis, lukis, hingga musik, tidak pernah terpaku pada satu medium.
terdapat pula peluncuran buku yang direalisasikan berkat kerja sama ELSE-PRESS, buku ini berisi karya-karya Andry Moch., dan tulisan-tulisan yang membahas karya-karya dan tulisan tentang Andry Moch dari beberapa rekannya selama perjalanan berkaryanya. Selain buku pada pembukaan pameran akan diselenggarakan peluncuran website Andry Moch.
————————————————————————————————
Kurasi PameranNot Fade AwayAndry Moch.: The Late Work (1977 – 2008)Oleh. Aminudin TH Siregar
Almarhum Andry Moch., salah seorang seniman muda yang penting dalam menandai seni rupa kontemporer di Bandung pada akhir 1990-an, banyak memberikan kontribusi pada perkembangan estetika serta karakter kesenimanan yang unik dan khas. Sampai akhir hayatnya, karya-karya Andry Moch. memperlihatkan kekayaan variatif yang tidak terjebak pada satu pilihan ideologi seni tertentu maupun pada satu kosa seni tertentu.
Alih-alih, ia justru tampak berminat memperluas kemungkinan-kemungkinan penciptaan seni, mengeksplorasi batas-batas medium (trans media):  ia misalnya secara variatif fasih menggunakan media video, instalasi, seni obyek temuan, performance art, lukisan, sound art, site specific hingga karya-karya seni yang memanifestasikan kecenderungan pada relational aesthetic. Oleh karena itu, ideologi seninya berayun ibarat pendulum dari dua kutub yang berseberangan secara paradoksal: dari seni pop yang nihilis hingga seni-seni untuk perubahan sosial yang kritikal; dari seni-seni tinggi hingga seni-seni berselera rendah yang kitschy.
Not Fade Away – judul pameran yang dipinjam dari salah satu judul lagu Buddy Holly dan Norman Petty yang kemudian menjadi hits debut The Rolling Stones – grup musik yang juga sangat digemari oleh Andry Moch. ini sengaja digunakan untuk merepresentasikan proyek pameran “retrospektif” karya-karyanya. Dengan makna yang lebih diperluas dari versi aslinya, judul pameran ini tak hanya hendak mencerminkan loyalitas dan etos kerja artistik dari sisi Andry Moch. sepanjang hidupnya, tetapi juga bagaimana kawan-kawan segenerasinya memberi arti pada sosoknya sebagai seniman dan sahabat karib.
Proyek pameran ini menampilkan keragaman karya-karya Andry Moch. yang dia kerjakan dari pelbagai periode. Dengan begitu, kita bisa membaca jejak-jejak pemikiran seni maupun gagasan-gagasan artistiknya yang kontributif pada praktik seni rupa kontemporer di Bandung.
Selain itu, pameran ini dipandang sebagai proyek sejarah – ruang pembelajaran kepada publik dengan menampilkan artefak-artefak seni, membangun metode pembacaan sejarahnya di dalam ruang galeri dan upaya untuk memaknainya. Pameran ini tidak bermaksud melampaui Andry Moch. sendiri, tetapi lebih berkeinginan untuk menajamkan hasil-hasil kesenian yang telah ia capai semasa hidup; menempatkannya pada konstelasi perkembangan seni rupa di Bandung, baik itu pengaruh maupun kontribusinya.
Profil

Andry Moch. (1978-2008)
Bernama lengkap Andry Mochammad, semasa hidupnya dikenal seniman yang aktif berkarya dengan berbagai macam medium, dari medium kanvas, video, insatalasi, object, sound, hingga musik, yang telah mengikuti pameran-pameran senirupa kontemporer lokal dan Internasional. Perupa lulusan Jurusan SeniRupa Universitas Pendidikan Indonesia ini tergabung di beberapa project visual bersama kawan-kawannya, antara lain 9Nyawa, WayangCyber, Videolab, iFvenue, dan pencetus grup musik noise rock AstoneA. selain itu Andry aktif pula di dunia design grafis, bersama Heri Sutresna sempat mengerjakan SubcietyZine di Firebolt, menjadi desainer di RippleMagazine, dan CCF Bandung. Akibat kanker ginjal telah dideritanya sejak lama, di tahun 2008 Andry menghembuskan nafas terakhirnya.
→ Leave a comment

Not Fade Away
Andry Moch.: The Late Work 
11-28 November 2011
at Galeri Soemardja. FSRD ITB
Dikurasi oleh: Aminudin Th. Siregar
Buku Diterbitkan oleh: ELSE-PRESS

JADWAL ACARA
1. Pembukaan Pameran : 11.11.11
Waktu : 19.00 WIB – selesai
dibuka oleh: Zakaria Soetedja (Dosen jurusan Seni Rupa UPI)
penampilan spesial dari A Stone A,  C.U.T.S, dan Teman Sebangku
Peluncuran Website Andry Moch.

2. Screening Video karya Andry Moch. : 25.11.11
Waktu : 10.00 WIB – selesai

3. Diskusi & Peluncuran Buku Andrymoch oleh ELSE-PRESS 25.11.11
Waktu : 13.00 WIB – 17.00 WIB (2 sesi)
Moderator : Bambang Subarnas & Heru Hikayat

Diskusi Sesi 1:
Pembicara:
Aminudin TH Siregar (kurator Pameran)
Rifky Effendy (kurator dan pengamat seni)
Agung Hujatnikajennong (Kurator Selasar Sunaryo Artspace)
Rudi St. Darma (direktur Rumah Proses)

Diskusi Sesi 2:
Pembicara
Dida Ibrahim (seniman, rekan semasa kuliah)
Indra Ameng (Ruang Rupa)
Sujud Dartanto (kurator & penulis)
Bambang Sapto (Dosen Seni Rupa UPI)
Special collab Music Performance : Ucok Homicide & Anto Arief

————————————————————————————————

Deskripsi pameran
Pada kesempatan ini Galeri Soemardja akan memamerkan karya-karya terpilih dari Andry Moch. (Alm) yang dikurasi oleh Aminudin TH Siregar. Andry dikenal dengan karya-karyanya yang menyajikan citraan antara seni tinggi dan rendah,Kitschy, sering bersinggungan dengan wilayah pop art, karya-karyanya bermain dengan found object, found image, bebunyian, instalasi, video, drawing, cetak grafis, lukis, hingga musik, tidak pernah terpaku pada satu medium.

terdapat pula peluncuran buku yang direalisasikan berkat kerja sama ELSE-PRESS, buku ini berisi karya-karya Andry Moch., dan tulisan-tulisan yang membahas karya-karya dan tulisan tentang Andry Moch dari beberapa rekannya selama perjalanan berkaryanya. Selain buku pada pembukaan pameran akan diselenggarakan peluncuran website Andry Moch.

————————————————————————————————

Kurasi Pameran
Not Fade Away
Andry Moch.: The Late Work (1977 – 2008)
Oleh. Aminudin TH Siregar

Almarhum Andry Moch., salah seorang seniman muda yang penting dalam menandai seni rupa kontemporer di Bandung pada akhir 1990-an, banyak memberikan kontribusi pada perkembangan estetika serta karakter kesenimanan yang unik dan khas. Sampai akhir hayatnya, karya-karya Andry Moch. memperlihatkan kekayaan variatif yang tidak terjebak pada satu pilihan ideologi seni tertentu maupun pada satu kosa seni tertentu.

Alih-alih, ia justru tampak berminat memperluas kemungkinan-kemungkinan penciptaan seni, mengeksplorasi batas-batas medium (trans media):  ia misalnya secara variatif fasih menggunakan media video, instalasi, seni obyek temuan, performance art, lukisan, sound art, site specific hingga karya-karya seni yang memanifestasikan kecenderungan pada relational aesthetic. Oleh karena itu, ideologi seninya berayun ibarat pendulum dari dua kutub yang berseberangan secara paradoksal: dari seni pop yang nihilis hingga seni-seni untuk perubahan sosial yang kritikal; dari seni-seni tinggi hingga seni-seni berselera rendah yang kitschy.

Not Fade Away – judul pameran yang dipinjam dari salah satu judul lagu Buddy Holly dan Norman Petty yang kemudian menjadi hits debut The Rolling Stones – grup musik yang juga sangat digemari oleh Andry Moch. ini sengaja digunakan untuk merepresentasikan proyek pameran “retrospektif” karya-karyanya. Dengan makna yang lebih diperluas dari versi aslinya, judul pameran ini tak hanya hendak mencerminkan loyalitas dan etos kerja artistik dari sisi Andry Moch. sepanjang hidupnya, tetapi juga bagaimana kawan-kawan segenerasinya memberi arti pada sosoknya sebagai seniman dan sahabat karib.

Proyek pameran ini menampilkan keragaman karya-karya Andry Moch. yang dia kerjakan dari pelbagai periode. Dengan begitu, kita bisa membaca jejak-jejak pemikiran seni maupun gagasan-gagasan artistiknya yang kontributif pada praktik seni rupa kontemporer di Bandung.

Selain itu, pameran ini dipandang sebagai proyek sejarah – ruang pembelajaran kepada publik dengan menampilkan artefak-artefak seni, membangun metode pembacaan sejarahnya di dalam ruang galeri dan upaya untuk memaknainya. Pameran ini tidak bermaksud melampaui Andry Moch. sendiri, tetapi lebih berkeinginan untuk menajamkan hasil-hasil kesenian yang telah ia capai semasa hidup; menempatkannya pada konstelasi perkembangan seni rupa di Bandung, baik itu pengaruh maupun kontribusinya.

Profil

Andry Moch. (1978-2008)

Bernama lengkap Andry Mochammad, semasa hidupnya dikenal seniman yang aktif berkarya dengan berbagai macam medium, dari medium kanvas, video, insatalasi, object, sound, hingga musik, yang telah mengikuti pameran-pameran senirupa kontemporer lokal dan Internasional. Perupa lulusan Jurusan SeniRupa Universitas Pendidikan Indonesia ini tergabung di beberapa project visual bersama kawan-kawannya, antara lain 9Nyawa, WayangCyber, Videolab, iFvenue, dan pencetus grup musik noise rock AstoneA. selain itu Andry aktif pula di dunia design grafis, bersama Heri Sutresna sempat mengerjakan SubcietyZine di Firebolt, menjadi desainer di RippleMagazine, dan CCF Bandung. Akibat kanker ginjal telah dideritanya sejak lama, di tahun 2008 Andry menghembuskan nafas terakhirnya.





Eve (office woman gaze)

artatak:

Opening: 28 September 2011, 6.30 pm

Artists: Wimo Ambala Bayang, Reza ‘Asung’ Afisina, Muhammad Akbar, Nala Atmowiloto, Ariani Darmawan, Yusuf Ismail, Krisna Murti, Anggun Priambodo, Ari Satria Darma, Prilla Tania, Wok The Rock and Tintin Wulia

Curated by Katerina Valdivia Bruch


The…

noiseindonesia:

Disini kami mencoba meluruskan beberapa miss-conception dari orang-orang terhadap film dokumenter ini. Sebelum blog ini kami bikin memang sempat terjadi beberapa asumsi dari orang-orang bahwa nantinya film dokumenter-nya akan seperti ini or itu. Untuk menghindari persepsi yang salah terhadap…

(Source: )

[Flash 9 is required to listen to audio.]

To dissappear when images may appear (demo) | fixfuture

“To dissappear when images may appear” (demo) by Fix Future

LET’S DIE TOGETHER IN 2012 exhibition
omuniuum:

Pameran Let’s Die Together in 2012

omuniuum:

Pameran Let’s Die Together in 2012

(via letsdietogetherin2012)

Harper’s BAZAAR ART Jakarta 2011
Voyeurisme